Daerah
Kotawaringin Barat
Belum Sepekan Diguyur Hujan, Karhutla Kembali Berkobar di Kotawaringin Barat.
T
Oleh:
Taufik Hidayat
(Jurnalis Redaksi)
•
1 mnt baca
Ukuran Teks:
Tautan berita berhasil disalin ke clipboard!
Belum genap sepekan wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) diguyur hujan lebat, kini kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali muncul dan berkobar di sejumlah titik.
Kondisi ini menimbulkan tanda tanya di tengah masyarakat. Pasalnya, hujan yang turun beberapa hari lalu sempat memberikan harapan bahwa kondisi lahan mulai basah dan risiko kebakaran dapat berkurang. Namun, kenyataannya api kembali muncul dengan cepat.
Salah seorang warga yang ditemui wartawan mengungkapkan keprihatinannya. Ia mempertanyakan mengapa karhutla kembali terjadi begitu cepat, padahal wilayah tersebut baru saja diguyur hujan dan memiliki resapan air.
"Ada apa dengan negara kita? Belum sampai seminggu hujan lebat, sekarang api kembali muncul dan kebakaran terjadi lagi. Ini tentu menjadi pertanyaan besar bagi masyarakat," ucapnya kepada wartawan.
Situasi tersebut menjadi pengingat bahwa penanganan karhutla tidak cukup hanya mengandalkan hujan maupun pemadaman saat api sudah membesar. Pengawasan kawasan rawan, pemantauan titik api, serta kesiapan personel dan sarana pencegahan tetap diperlukan.
Masyarakat berharap pemerintah bersama seluruh pihak terkait tidak lengah. Jangan sampai turunnya hujan membuat kewaspadaan menurun, sementara ancaman karhutla kembali menghantui Kotawaringin Barat.( Taufik Hidayat)
Kondisi ini menimbulkan tanda tanya di tengah masyarakat. Pasalnya, hujan yang turun beberapa hari lalu sempat memberikan harapan bahwa kondisi lahan mulai basah dan risiko kebakaran dapat berkurang. Namun, kenyataannya api kembali muncul dengan cepat.
Salah seorang warga yang ditemui wartawan mengungkapkan keprihatinannya. Ia mempertanyakan mengapa karhutla kembali terjadi begitu cepat, padahal wilayah tersebut baru saja diguyur hujan dan memiliki resapan air.
"Ada apa dengan negara kita? Belum sampai seminggu hujan lebat, sekarang api kembali muncul dan kebakaran terjadi lagi. Ini tentu menjadi pertanyaan besar bagi masyarakat," ucapnya kepada wartawan.
Situasi tersebut menjadi pengingat bahwa penanganan karhutla tidak cukup hanya mengandalkan hujan maupun pemadaman saat api sudah membesar. Pengawasan kawasan rawan, pemantauan titik api, serta kesiapan personel dan sarana pencegahan tetap diperlukan.
Masyarakat berharap pemerintah bersama seluruh pihak terkait tidak lengah. Jangan sampai turunnya hujan membuat kewaspadaan menurun, sementara ancaman karhutla kembali menghantui Kotawaringin Barat.( Taufik Hidayat)
Ruang Pembaca
Komentar Pembaca
Sampaikan pandangan Anda dengan santun dan tetap relevan dengan topik berita.
Belum ada komentar.
Jadilah pembaca pertama yang menyampaikan pandangan pada berita ini.
Buletin Redaksi
Suka dengan Laporan Jurnalistik Kami?
Dapatkan kurasi berita penting seputar Kalimantan Tengah langsung di kotak masuk email Anda setiap pagi.