Nasional
Palangka Raya
Fairid Naparin Tak Ingin Karhutla Terus Berulang, Embung dan Kanal Disiapkan untuk Selamatkan Lahan Gambut
T
Oleh:
Taufik Hidayat
(Jurnalis Redaksi)
•
2 mnt baca
Ukuran Teks:
Tautan berita berhasil disalin ke clipboard!
PALANGKA RAYA – Pemerintah Kota Palangka Raya mulai memperkuat strategi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan mengarahkan penanganan pada akar persoalan, yakni menjaga ketersediaan air dan kelembapan lahan gambut.
Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, menegaskan bahwa penanganan karhutla tidak boleh hanya berorientasi pada pemadaman ketika api sudah muncul. Diperlukan langkah antisipasi yang terukur melalui pembangunan embung, rehabilitasi kanal, serta penguatan sistem pembasahan di kawasan rawan kebakaran.
Menurut Fairid, pemerintah daerah akan mendorong kerja sama dengan pemerintah pusat agar pembangunan infrastruktur sumber air dapat direalisasikan secara bertahap.
Sejumlah kawasan yang menjadi perhatian meliputi Talawang, Kelampangan hingga Buluh Merindu. Kawasan tersebut memerlukan perhatian khusus karena kondisi lahan gambut sangat rentan terbakar ketika mengalami kekeringan.
Ia menjelaskan, keberadaan kanal dan embung diharapkan mampu menjaga ketersediaan air, sehingga lahan gambut tidak mudah kehilangan kelembapan saat memasuki musim kemarau.
Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari evaluasi penanganan karhutla yang selama ini melibatkan pemerintah, TNI, Polri, relawan, serta masyarakat.
Mitigasi Harus Menjadi Prioritas
Berulangnya karhutla menjadi pengingat bahwa pencegahan harus ditempatkan sebagai prioritas utama. Pemadaman memang penting, tetapi membangun sistem pengendalian air dan menjaga ekosistem gambut merupakan investasi jangka panjang.
Harapan masyarakat, rencana pembangunan embung dan rehabilitasi kanal tidak berhenti sebatas wacana maupun pembahasan koordinasi. Realisasi di lapangan menjadi ukuran penting keseriusan pemerintah dalam melindungi Palangka Raya dari ancaman karhutla.
Sebab, ketika hutan dan lahan terbakar, dampaknya bukan hanya kerusakan lingkungan, tetapi juga kesehatan masyarakat, aktivitas pendidikan, transportasi, hingga perekonomian daerah.
Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, menegaskan bahwa penanganan karhutla tidak boleh hanya berorientasi pada pemadaman ketika api sudah muncul. Diperlukan langkah antisipasi yang terukur melalui pembangunan embung, rehabilitasi kanal, serta penguatan sistem pembasahan di kawasan rawan kebakaran.
Menurut Fairid, pemerintah daerah akan mendorong kerja sama dengan pemerintah pusat agar pembangunan infrastruktur sumber air dapat direalisasikan secara bertahap.
Sejumlah kawasan yang menjadi perhatian meliputi Talawang, Kelampangan hingga Buluh Merindu. Kawasan tersebut memerlukan perhatian khusus karena kondisi lahan gambut sangat rentan terbakar ketika mengalami kekeringan.
Ia menjelaskan, keberadaan kanal dan embung diharapkan mampu menjaga ketersediaan air, sehingga lahan gambut tidak mudah kehilangan kelembapan saat memasuki musim kemarau.
Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari evaluasi penanganan karhutla yang selama ini melibatkan pemerintah, TNI, Polri, relawan, serta masyarakat.
Mitigasi Harus Menjadi Prioritas
Berulangnya karhutla menjadi pengingat bahwa pencegahan harus ditempatkan sebagai prioritas utama. Pemadaman memang penting, tetapi membangun sistem pengendalian air dan menjaga ekosistem gambut merupakan investasi jangka panjang.
Harapan masyarakat, rencana pembangunan embung dan rehabilitasi kanal tidak berhenti sebatas wacana maupun pembahasan koordinasi. Realisasi di lapangan menjadi ukuran penting keseriusan pemerintah dalam melindungi Palangka Raya dari ancaman karhutla.
Sebab, ketika hutan dan lahan terbakar, dampaknya bukan hanya kerusakan lingkungan, tetapi juga kesehatan masyarakat, aktivitas pendidikan, transportasi, hingga perekonomian daerah.
Ruang Pembaca
Komentar Pembaca
Sampaikan pandangan Anda dengan santun dan tetap relevan dengan topik berita.
Belum ada komentar.
Jadilah pembaca pertama yang menyampaikan pandangan pada berita ini.
Buletin Redaksi
Suka dengan Laporan Jurnalistik Kami?
Dapatkan kurasi berita penting seputar Kalimantan Tengah langsung di kotak masuk email Anda setiap pagi.