Lingkungan & Infrastruktur
Palangka Raya
Pemprov Kalteng Perkuat Sinergi dengan Pemerintah Pusat, Siapkan Embung dan Kanal Cegah Karhutla Berulang
Oleh:
Admin Pesona Kalteng News
(Jurnalis Investigasi Khusus)
•
2 mnt baca
Ukuran Teks:
Tautan berita berhasil disalin ke clipboard!
Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah lewat Dinas PUPR terus memperkuat langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui program sinergis bersama pemerintah pusat dan pemerintah kabupaten/kota.
Upaya tersebut menjadi perhatian serius setelah wilayah Kalimantan Tengah sempat diselimuti kabut asap akibat karhutla. Pemerintah kini mulai mempersiapkan langkah strategis untuk menghadapi musim kemarau mendatang sekaligus memperkuat mitigasi pascakebakaran.
Salah satu program yang disiapkan adalah pembangunan dan optimalisasi embung serta kanal sebagai tempat penampungan dan pengelolaan air untuk menjaga kelembapan lahan gambut.
Kadis PUPR Propinsi Kalimantan Tengah . Prof.,Dr.Ir. Juni Gultom menjelaskan kepada Lensa Expres, bahwa program tersebut akan melibatkan Balai Wilayah Sungai Kalimantan Tengah, Pemprov Kalteng melalui Dinas PUPR, serta Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau dan Kota Palangka Raya.
Rencananya, air dari Sungai Kahayan dan Sungai Sebangau akan dialirkan menggunakan mesin menuju embung dan kanal yang telah dipersiapkan. Dengan demikian, ketersediaan air tetap terjaga saat musim kemarau sehingga lahan gambut tidak mudah mengering dan terbakar.
Program ini dinilai strategis mengingat Kalimantan Tengah memiliki kawasan gambut lebih dari 4 juta hektare yang tersebar di sejumlah kabupaten dan kota.
Penanganan akan dilakukan secara bertahap, terutama di wilayah yang memiliki tingkat kerawanan karhutla, seperti Kapuas, Pulang Pisau, Palangka Raya, Kotawaringin Barat, Sukamara, serta daerah lainnya.
Akui Kadis, Sinergi Jadi Kunci Pencegahan
Pemerintah berharap kolaborasi antara kementerian, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten/kota tidak hanya menjadi program jangka pendek, tetapi juga menghadirkan sistem pencegahan karhutla yang berkelanjutan.
Ketersediaan sumber air melalui embung dan kanal diharapkan menjadi salah satu solusi untuk mengantisipasi kebakaran di kawasan gambut.
"Harapan kita, dengan adanya program bersama dan pekerjaan yang dilaksanakan secara sinergis, tidak ada lagi karhutla di daerah-daerah yang selama ini menjadi perhatian. Mudah-mudahan ke depan karhutla bisa kita atasi bersama," ungkapnya Juni Gultom
Upaya tersebut menjadi perhatian serius setelah wilayah Kalimantan Tengah sempat diselimuti kabut asap akibat karhutla. Pemerintah kini mulai mempersiapkan langkah strategis untuk menghadapi musim kemarau mendatang sekaligus memperkuat mitigasi pascakebakaran.
Salah satu program yang disiapkan adalah pembangunan dan optimalisasi embung serta kanal sebagai tempat penampungan dan pengelolaan air untuk menjaga kelembapan lahan gambut.
Kadis PUPR Propinsi Kalimantan Tengah . Prof.,Dr.Ir. Juni Gultom menjelaskan kepada Lensa Expres, bahwa program tersebut akan melibatkan Balai Wilayah Sungai Kalimantan Tengah, Pemprov Kalteng melalui Dinas PUPR, serta Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau dan Kota Palangka Raya.
Rencananya, air dari Sungai Kahayan dan Sungai Sebangau akan dialirkan menggunakan mesin menuju embung dan kanal yang telah dipersiapkan. Dengan demikian, ketersediaan air tetap terjaga saat musim kemarau sehingga lahan gambut tidak mudah mengering dan terbakar.
Program ini dinilai strategis mengingat Kalimantan Tengah memiliki kawasan gambut lebih dari 4 juta hektare yang tersebar di sejumlah kabupaten dan kota.
Penanganan akan dilakukan secara bertahap, terutama di wilayah yang memiliki tingkat kerawanan karhutla, seperti Kapuas, Pulang Pisau, Palangka Raya, Kotawaringin Barat, Sukamara, serta daerah lainnya.
Akui Kadis, Sinergi Jadi Kunci Pencegahan
Pemerintah berharap kolaborasi antara kementerian, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten/kota tidak hanya menjadi program jangka pendek, tetapi juga menghadirkan sistem pencegahan karhutla yang berkelanjutan.
Ketersediaan sumber air melalui embung dan kanal diharapkan menjadi salah satu solusi untuk mengantisipasi kebakaran di kawasan gambut.
"Harapan kita, dengan adanya program bersama dan pekerjaan yang dilaksanakan secara sinergis, tidak ada lagi karhutla di daerah-daerah yang selama ini menjadi perhatian. Mudah-mudahan ke depan karhutla bisa kita atasi bersama," ungkapnya Juni Gultom
Ruang Pembaca
Komentar Pembaca
Sampaikan pandangan Anda dengan santun dan tetap relevan dengan topik berita.
Belum ada komentar.
Jadilah pembaca pertama yang menyampaikan pandangan pada berita ini.
Buletin Redaksi
Suka dengan Laporan Jurnalistik Kami?
Dapatkan kurasi berita penting seputar Kalimantan Tengah langsung di kotak masuk email Anda setiap pagi.